Dakwah kontemporer di Era Milenials

 In Laporan Kegiatan

Ada yang menarik di acara JPMI Dki Jaya pada Jumat (21/7/17) kemarin. Banyak yang hadir adalah generasi milenials. Mengusung tema, “Cara Kreatif Meyakinkan Ide Bisnis ke Investor” dengan narasumber Anggy Umbara, yang begitu apik menjelaskan bagaimana meyakinkan investor ketika kita merasa punya ide keren yang bisa dikapitalisasi.

Sengaja yang dihadirkan adalah sosok Anggy Umbara. Seorang sutradara yang namanya kini telah melejit setelah berbagai karyanya selalu menjadi box office perfilman Indonesia, seperti 3 (Alif Lam Mim), Coboy Junior, Comic 8, bahkan debut filmnya yang terakhir yaitu Warkop DKI Reborn disebut menyedot hingga 6,5juta penonton.

Anggy mengutarakan perjalanan “dakwah” melalui industri film dan entartainment penuh liku. Idealisme nya tentang dakwah beberapa kali dicurahkan melalui film. Sebut saja Mama Cake the movie dimana terdapat salah satu adegan tentang ajakan untuk shalat yang menjadi viral dan keren banget di socmed, walaupun film nya kurang laku di pasaran.

Idealisme dan industri memang tidak selalu bisa berjalan seiring. Film Alif Lam Mim pun hanya tayang sebentar di bioskop tanah air, namun mendapat respon positif dari berbagai kalangan, hingga acara nonton bareng kerap dilakukan, juga dari kampus ke kampus. Bahkan di Amerika dan Jepang film ini cukup sukses (CD nya pun hanya dijual di Jepang). Dari film Alif Lam Mim inilah kemudian diinisiasi terbentuknya Komunitas Pecinta Film Islami.

Menurut Anggy, faktor kurang diminatinya debut film pertamanya itu karena makna cerita yang dinilai terlalu berat. “Apa memang penonton di Indonesia ini lebih suka film komedi-komedi ringan yang banyak ketawanya saja ya?” ujarnya. Tapi idealisme tidak berubah, ia tetap menyiasati dakwah dengan menyelipkan nasihat-nasihat bijak baik tentang agama atau seputar berkehidupan lebih baik dalam karyanya.

Bahkan grup band Purgatory yang beraliran Nu Metal (awalnya death metal) mengangkat tema religi seperti perang Uhud dll. Simak di https://id.m.wikipedia.org/wiki/Purgatory_(grup_musik). Salah satu Lagu Purgatory yang berjudul Pathetic bahkan terispirasi dari surat Al A-raf. Buat Anggy, dakwah tidak selalu harus disampaikan dengan atribut dan pakaian yang mengesankan Muslim/Muslimah justru dari cerita yang dikemas di dalamnya.

Dalam berbisnis, Anggy tidak hanya mengandalkan insting, tapi juga data dan perhitungan. Untuk dapat mencapai profit dia harus bisa menuangkan ide keren di hadapan investor agar dapat membiayai filmnya. Unsur kedekatan market dengan film juga salah satu faktor penting yang diperhatikannya untuk mencetak film agar laku di pasaran.

Akad yang sering digunakan spiritnya adalah mudharobah atau bagi hasil. Ketika kemarin pada sesi talkshow ada peserta diskusi yang bertanya, apakah jika rugi dana investasi harus dikembalikan?. Tentu saja tidak, karena akadnya bagi hasil, maka ketika rugi tidak ada dana yang harus dikembalikan alias ditanggung bersama sesuai kadar dan kesepakatan yg dibuat.

Mari mendoakan sukses dan keberkahan bagi Anggy dalam karir dan perjalanan dakwahnya. Semoga seperti harapannya, yang kabarnya akan dibuat Bioskop Rakyat sehingga dapat dipantau regulasi perfilman Indonesia.

Dan inilah wajah baru JPMI DKI Jaya melalui dakwah kontemporer. Agar hal seperti ini tidak menjadi tabu.

Salam,
Bimo Prasetio

Ketua JPMI DKI Jaya.
www.jpmi-jakarta.org

Recent Posts

Leave a Comment

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Not readable? Change text.